Diberdayakan oleh Blogger.

Ayo Membatik!!!



25 Februari 2014

Hari ini tim PKM Batik Kartun Jambi yang beranggotakan Rocky Kalvadema, Ekin Dwi Arif, Aprizal Yogi Syaputra, dan Andi Lahmudin pergi ke sanggar batik Asmah . Sedangkan satu anggota lagi M. Haqiqi sedang pulang kampung ke Sumatra Barat di karenakan ada keperluan mendadak.
Kegiatan hari ini yaitu memperdalam ilmu tentang batik Jambi, diskusi, sekaligus praktik membatik dengan masternya langsung yaitu Bundo Asmah, yang biasanya di panggil akrab dengan sebutan Bundo saja. Beliau merupakan generasi ke-3 dari pendiri sanggar/ rumah batik Asmah ini.


Setelah beberapa menit berdiskusi serta tanya jawab mengenai batik Jambi, langsung kepada tahap praktik.
Tahap pertama yang dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan , seperti:

  • Kain putih ukuran 30x30 cm (untuk latihan)
  • Pencil
  • Motif dalam kertas untuk di jiplak (tracking)
  • Kompor listri
  • Kuali
  •   Lilin/ malam
  • Daun pisang
  • Canting ukuran 1,2, dan 3
  • Cotton bad
  • Dan zat yang di perlukan untuk pewarnaan batik
  • Koran bekas
  • Air bersih
  • Bak kayu khusus pencelupan  berukuran2,5 meter / ember besar
  • Kayu bakar
  • Perapian kayu bakar beserta drum/setengah tangki dari bagian tengah ke bawah
  • Sarung tangan plastic
  • Sepatu boot
  • Detergen

Setelah semau alat dan bahan di persiapkan, langkah selanjutnya adalah menjiplak (tracking) motif yang diinginkan, motif yang diinginkan di lapisi dengan kain putih kemudian motif yang berbayang ke permukaan kain di pertebal dengan pensil sesuai dengan motif aslinya.




­­
Setelah jadi seperti foto di atas, selanjutnya kain yang sudah ada motif pensilnya tadi siap untuk di batik. Tapi sebelum itu, di karenakan kami berempat masih amatir dalam hal membatik, maka dari itu sebelum masuk ketahap membatik, kami belajar membatik dahulu, memegang canting yang benar, dan menggunakannya suapaya hasil sesuai dengan yang diinginkan. Untuk hal ini kami di ajarkan oleh anak dari Bundo yang tidak lain merupakan genari penerus dari rumah/ sanggar batik Jambi ini kelak.
Untuk belajar cara membatik ini, tidak langsung menggunakan kain putih yang sudah bermotif pensil tadi, melainkan menggunakan daun pisang terlebih dahulu. Ini dikarenakan supaya jika terjadi kesalahan tidak langsung merusak kain. Walaupun jika terjadi kesalahan membatik malam dapat di bersihkan dengan larutan detergen. Proses belajar membatik ini harus di lakukan berulang-ulang kali, hingga hasil dapat di katakan hampir menuju sempurna, baru kami dapat membatik kain putih secara langsung. Pada proses ini lilin/malam yang di batikkan harus menembus kebagian belakang kain, karena jika tidak tembus akan mempengaruhi saat pewarnaan. Warna tidak terhalangi oleh lilin dari belakang, sehingga warna dapat masuk dan bercampur dengan warna lain.





Kemudian setelah itu, kain putih bermotif yang telah di batik dengan lilin/malam tadi di beri warna colet/ totol (di karenakan cara menggunakannya di colet kemudian di totolkan pada motif). Penggunaan warna kita lakukan hanya pada bagian yang kita ingin warnai saja. Untuk kali ini warna yang kami gunakan adalah warna merah. Warna ini merupakan warna alami yang dihasilkan dari getah pohon.  Pada saat mewarnai, lapisi bawah kain dengan koran bekas, hal ini dilakukan suapaya pada saat pewarnaan dengan cotton bad tidak tembus langsung ke lantai, dan dapat merusak warna lantai.





Pada saat pewarnaan warna merah tidak akan langsung timbul, namun setelah di jemur /di anginkan dan di tunggu beberapa menit hingga kering warna merah pekat akan timbul.
Setelah warna motif menjadi merah, warna tadi di tembok , yaitu warna merah tadi di lapisi lagi dengan lilin/malam dengan menggunakan cotton bad yang telah di lumuri lilin dan di oleskan kewarna pada motif. Hal ini bertujuan supaya warna merah tidk tertutupi oleh warna hitam pada saat pencelupan. Karena warna yang di gunakan pada proses membatik kali ini adalah warna merah dan hitam dengan konsep glow in the dark. Pada proses menembok ini lilin/malam juga harus menembus bagian belakang / sisi belakang kain supaya tidak tertimpa oleh warna hitam pada saat pencelupan.




Setelah lilin/ malam yang melapisi warna merah tadi kering. Kain siap masuk ke tahap pencelupan. Biasanya pencelupan dilakukan di dalam bak khusus pencelupan berukuran 2,5 meter. Namun di karena kanain untuk latihan yang kami gunakan hanya berukuran 30x30 cm saja, makan untuk proses pencelupan hanya menggunakan ember saja. 


Sebelumnya kain di masukkan ke air biasa, kemudian dimasukkan ke dalam air detergen untuk mengikat warna pada saat pencelupan. Kemudian, setelah itu kain di celupkan ke dalam ember yang telah di masukkan zat pewarna batik tertentu yang akan meberi warna hitam pada kain.






Setelah proses pencelupan kemudian kain yang telah berubah warna menjadi hitam dengan motif warna merah tadi siap di rebus, didalam tangki yang berisi air mendidih yang telah di panaskan selama kurang lebih 2 jam. Hal ini dilakukan supaya lilin/malam pada kain menghilang. Proses ini dinamakan proses melorot kain. Pastikan kain bersih sempurna dari lilin/malam. Dan mendapatkan hasil yang sempurna.


Dalam proses pelorotan usahakan menggunakan kayu bakar untuk memanaskan air, hal ini bertujaun untuk menghemat dana. Selain itu langkah penghematan lainnya yaitu lilin/malam yang telah mencair pada saat proses pelorotan di endapkan hingga membeku. Lilin/malam tersebut akan membentuk balok yang dapat digunakan kembali sebagai lilin/malam untuk menembok pada proses membatik selanjutnya. Setelah proses pelorotan lilin/malam, kain di jemur dibawah terik matahari.






Setelah kain benar-benar kering, angkat kemudian supaya rapi kain di gosok. Bercak-bercak tak beraturan pada kain menimbulkan kesan seni tersendiri pada motif kain batik Jambi, dan ini merupakan ciri khas dari kain batik Jambi.






0 Komentar untuk "Ayo Membatik!!!"

Back To Top